Implementing Observation-Based Astronomy Learning in Madrasah: Curriculum Strengthening Agenda and Utilization of Lunar Observation Posts
DOI:
https://doi.org/10.61860/jigp.v5i1.413Keywords:
Integrative Curriculum, Astronomy, Lunar Observation Post, Madrasah, Learning LaboratoryAbstract
This policy paper outlines that Madrasah education in Indonesia still faces the challenge of a paradigm dichotomy between religious knowledge and science, which leads to limitations in integrative curriculum design, particularly in the subjects of falak and astronomy. This policy study was compiled with the primary objective of analyzing the roots of this pedagogical and bureaucratic gap, and formulating strategic policy alternatives to optimize the function of the Lunar Observation Post (POB) as a natural learning laboratory for madrasahs. This study uses a qualitative approach through a descriptive-evaluative policy analysis method, where data collection is conducted by studying macro regulatory documents. The analysis results reveal that the main obstacles to scientific integration stem from institutional difficulties in translating theoretical concepts into operational modules, sectoral egos of educator competencies, and the lack of a definitive legal umbrella across directorates that can legitimize the use of POB facilities and the allocation of School Operational Assistance (BOS) funds for practicum activities.In conclusion, the deadlock in the implementation of the astronomy curriculum can only be resolved through legal intervention at the first echelon level capable of breaking down administrative barriers to facilitate resource-sharing schemes. Therefore, this study recommends the issuance of a Decree by the Director General of Islamic Education concerning Guidelines for the Implementation of Observation-Based Astronomy Learning and the Utilization of Observation-Based Learning Objects as Madrasah Learning Laboratories to create a superior generation that combines scientific reasoning with spiritual depth.
Downloads
References
Abdullah, M. (2018). Sejarah astronomi Islam: Dari klasik hingga modern. Pustaka Pelajar.
Abdullah, S. (2022). Nalar saintifik dan teologis di era disrupsi: Menyelamatkan literasi generasi Z. Jurnal Pemikiran Islam Kontemporer, 15(2), 112–128.
Abdullah, S., & Rahman, A. (2023). Fragmentasi kognitif dalam pembelajaran sains di sekolah berbasis agama. Indonesian Journal of Science and Religion, 5(1), 45–60.
Ahmad, F. (2021). Integrasi sains dan agama dalam kurikulum pendidikan madrasah di Indonesia. Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 145–162.
Ahmad, Z. T. (2024). Integrasi sains dan agama dalam kurikulum pendidikan Islam: Pendekatan kontekstual. Edu..., 5(2). https://doi.org/10.58176/edu.v5i2.1541
Anwar, S. (2020). Problematika pembelajaran fikih pada materi ilmu falak di Madrasah Aliyah. Jurnal Tarbiyah, 27(1), 89–104.
Aulia, H., Anwar, A., & Hadi, K. (2023). Nilai integrasi Islam dan sains di lembaga pendidikan Islam di Indonesia: Sekolah Islam terpadu, madrasah dan pesantren. Tafhim Al-’Ilmi, 14(1). https://doi.org/10.37459/tafhim.v14i1.5714
Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Darsyah, S. (2023). Problematika dan solusi integrasi Pendidikan Agama Islam dengan sains di madrasah. Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan, 19(2), 209–219. https://doi.org/10.56633/jkp.v19i2.792
Dunn, W. N. (2018). Public policy analysis: An integrated approach (6th ed.). Routledge.
Fadilah, R. (2022). Literasi astronomi di kalangan pelajar muslim milenial. Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies, 60(1), 33–56.
Farhan, M., Solihah, H., & Samsudin, S. (2021). Integrasi pendidikan agama dan sains di madrasah. TA’DIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 4(2), 137–143. https://doi.org/10.30659/jpai.4.2.137-143
Fauzan, M., & Anwar, K. (2023). Pengembangan modul ajar inkuiri terintegrasi nilai-nilai keislaman. Jurnal Inovasi Kurikulum Madrasah, 8(1), 22–38.
Fauzi, A. (2022). Kolaborasi guru fisika dan guru fikih dalam pembelajaran hisab rukyat. Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains, 8(2), 211–225.
Fauzi, R. (2023). Team teaching fisika-fikih melalui pendekatan project-based learning di laboratorium alam. Jurnal Pendidikan Fisika Transformatif, 10(2), 200–215.
Febriyani, S., Riadi, H., & Fariati, B. (2026). Integration and interconnection of Islam and science to strengthen the Islamic education curriculum. Jurnal Ilmiah Global Education, 7(1), 218–227. https://doi.org/10.55681/jige.v7i1.5032
Hakim, L. (2023). Analisis kebijakan KMA No. 450 Tahun 2024 terhadap inovasi kurikulum madrasah. Jurnal Kebijakan Pendidikan Agama, 5(2), 112–128.
Harahap, F. D. S., Arbi, A., & Yusrianto, E. (2025). Integrasi sains dan Islam dalam pendidikan Islam: Model, tantangan, dan implementasi di madrasah dan pesantren. Kutubkhanah, 25(1), 1. https://doi.org/10.24014/kutubkhanah.v25i1.36861
Hasan, M., & Widodo, A. (2023). Dialektika nalar bayani dan burhani dalam epistemologi pendidikan sains madrasah. Jurnal Filsafat Pendidikan Islam, 12(1), 55–72.
Hasanah, U. (2020). Mengatasi dikotomi ilmu melalui pendidikan integratif di madrasah. Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 23(1), 45–60.
Healey, M., & Jenkins, A. (2000). Kolb’s experiential learning theory and its application in geography in higher education. Journal of Geography, 99(5), 185–195. https://doi.org/10.1080/00221340008978967
Hidayat, R. (2023). Implementasi P5 PPRA pada materi falak di Madrasah Tsanawiyah. Jurnal Inovasi Pendidikan Madrasah, 4(1), 77–92.
Hidayat, S. (2025). Pola integrasi sains dan Islam dalam pembelajaran biologi: Kajian Kompetisi Sains Madrasah (KSM) mata pelajaran biologi terintegrasi di MAN 1 Wonosobo [Tesis magister, Universitas Sains Al Quran].
Ismail, T. (2021). Pergeseran otoritas keilmuan falak dari pesantren ke institusi formal. Jurnal Bimas Islam, 14(3), 301–318.
Khalifah, N. (2021). Eksistensi ilmu falak dalam penentuan arah kiblat dan awal waktu salat. HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak, 2(1), 36–52. https://doi.org/10.24252/hisabuna.v2i1.17809
Kolb, D. A., & Setiawan, I. (2022). Experiential learning theory: Adaptasi dalam pendidikan vokasi dan sains Islam. Pustaka Akademika.
Kusuma, A. (2022). Celah kebijakan pengembangan sarana laboratorium agama di madrasah. Jurnal Administrasi Pendidikan Islam, 7(1), 54–69.
Kusumawati, D. (2023). Analisis butir soal asesmen madrasah pada kompetensi sains integratif. Jurnal Evaluasi Pendidikan Agama, 9(2), 134–148.
Kusumawati, D. (2024). Momentum emas: Kebutuhan integrasi STEM dan agama di jenjang pendidikan menengah. Journal of STEM in Islamic Education, 2(1), 10–25.
Lembaga Administrasi Negara. (2021). Modul pelatihan dasar calon pegawai negeri sipil: Analisis isu kontemporer. Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lestari, W. (2022). Kesulitan berpikir integratif siswa madrasah pada fenomena gerhana. Jurnal Psikologi Pendidikan Islam, 11(2), 200–215.
Maarif, S. (2024). Desentralisasi inovasi pendidikan melalui intervensi regulasi Kepdirjen. Jurnal Manajemen Kebijakan Publik, 11(2), 177–190.
Mubarak, H. (2022). Tinjauan kritis terhadap pedagogi teacher-centered pada mata pelajaran Fikih. Jurnal Tarbiyah Islamiyah, 28(1), 45–62.
Mulyani, E. K. S., & Nugraha, M. S. (2025). Pemahaman epistimologi guru terhadap intergrasi sains dan agama di MTsN 1 Serang. Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 13(1), 115–132. https://doi.org/10.30603/tjmpi.v13i1.5847
Muzakki, A. (2021). Pemetaan dan optimalisasi fungsi Pos Observasi Bulan (POB) di Indonesia. Jurnal Observatorium Islam, 3(2), 110–125.
Muzakki, A. (2024). Redesain tata kelola fasilitas observasi astronomi milik negara untuk pendidikan publik. Jurnal Administrasi Negara Kemenag, 7(2), 110–125.
Nugroho, B. (2023). Relasi astrofisika modern dan fiqh astronomi dalam penentuan kalender hijriah. Jurnal Astronomi Islam, 6(1), 45–62.
Prasetiyo, A., Wahyudi, M. I., & Rofiq, A. (2025). Integrasi sains dan Islam dalam kurikulum madrasah. Journal of Innovative and Creativity (Joecy), 5(2), 9779–9787. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1671
Pratama, Y. (2023a). Efektivitas infrastruktur outdoor learning dalam meningkatkan pemahaman sains kompleks. Jurnal Sarana Prasarana Pendidikan, 5(1), 66–82.
Pratama, Y. (2023b). Pos Observasi Bulan sebagai laboratorium alam madrasah: Peluang dan tantangan. Jurnal Sarana Prasarana Madrasah, 5(2), 134–148.
Purnomo, E. (2024). Membangun scientific mindset melalui sejarah astronomi Islam. Jurnal Pendidikan Sejarah Islam, 10(1), 34–49.
Putra, R. A. (2021). Paradigma evaluasi kognitif dalam pembelajaran ilmu falak konvensional. Jurnal Evaluasi Pendidikan Islam, 9(1), 67–82.
Rahman, M., & Abdullah, S. (2023). Eksplorasi ayat kauniyah: Dari pendekatan dogmatis menuju pedagogi kritis. Jurnal Tafsir Tarbawi, 8(2), 145–160.
Ramadhan, K. (2023). Pengembangan modul ajar astronomi integratif untuk siswa Madrasah Aliyah. Jurnal Pengembangan Kurikulum, 15(1), 101–118.
Riedho, M. R. Z., & Angga, I. M. P. (2024). Membangun silogisme pendekatan naratif dalam proses pembuatan dan analisis kebijakan publik William N. Dunn. Jejaring Administrasi Publik, 16(1), 12–32. https://doi.org/10.20473/jap.v16i1.53502
Rizki, M. (2022a). Mengurai kebuntuan birokrasi resource sharing antar-direktorat di Kementerian Agama. Jurnal Tata Kelola Pemerintahan, 15(2), 112–127.
Rizki, M. (2022b). Tinjauan fungsional Pos Observasi Bulan Kemenag di luar masa rukyatul hilal. Jurnal Bimbingan Masyarakat Islam, 10(2), 145–160.
Saputra, H. (2022). Dinamika klub astronomi sebagai ekstrakurikuler di madrasah unggulan. Jurnal Ekstrakurikuler Pendidikan Islam, 4(1), 22–38.
Sari, R. W., Syahsiami, L., & Subagyo, A. (2025). Tinjauan teoritis integrasi agama dan sains dalam pendidikan. Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam, 23(1), 19–36. https://doi.org/10.30762/realita.v23i1.483
Siregar, H. I. (2024). Integrasi agama dan sains pada mata pelajaran Fiqih di Madrasah Aliyah Darul Mursyid. Intelegensia: Jurnal Pendidikan Islam, 12(2), 124–131. https://doi.org/10.34001/intelegensia.v12i2.7231
Siregar, M. (2024). Problematika kompetensi ganda guru sains dan agama di madrasah. Jurnal Pendidik Kementerian Agama, 16(1), 40–55.
Suryana, A. (2020). Desain kurikulum falak integratif untuk pendidikan menengah. Pustaka Cendekia.
Susanti, E. (2021). Resource sharing sarana laboratorium antar instansi pemerintah. Jurnal Kebijakan Publik Indonesia, 13(2), 112–127.
Syamsuddin, A. (2024). Kesehatan afektif siswa madrasah dalam merespons dikotomi ilmu pengetahuan. Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 13(2), 199–214.
Tahir, M. T. (2021). Religious integration in science learning in madrasah. Al-Mutaliyah, 4(1), 15–30. https://journal.staidk.ac.id/index.php/almutaliyah/article/download/151/99
Triasih, S. D., Ihsan, S. M., & Nuha, N. I. U. (2025). Analisis permasalahan integrasi dalam sains dan agama. Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 14(2), 152–165. https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/article/view/15216
Wahab, S. A. (2021). Analisis kebijakan: Dari formulasi ke implementasi kebijakan publik. Bumi Aksara.
Wibowo, T. (2021). Marginalisasi ilmu falak dalam struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Jurnal Sosiologi Pendidikan Agama, 6(2), 89–105.
Yenida, E., Bakar, A., & Riau, U. S. (2025). Proses terbentuknya integrasi PAI dan sains. Jurnal Pendas, 10(1), 45–60. https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/29397/14094
Zuhdi, M. (2022). Mereduksi meaning-making process dalam pembelajaran hafalan terstruktur. Jurnal Kognisi Pendidik, 8(1), 33–48.
Zuhaida, A. (2019). Integrative scientific madrasah in Indonesia: New developments in integrating science and religion in the learning processes. Jurnal Ilmiah Islam Futura, 18(1), 34. https://doi.org/10.22373/jiif.v18i1.2868
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fatakhul Huda

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



