The Second Amendment of Electronic Information and Transaction Law: Pros and Cons of Human Rights Perspectives
DOI:
https://doi.org/10.61860/jigp.v4i2.350Abstract
The government demands the active participation of the public in criticizing the government. However, this statement has sparked controversy among various groups. The purpose of this writing is to understand the response of students regarding the government's demand to be criticized while being threatened by the Information and Electronic Transactions Law, an Indonesian term using ITE Law. It also discusses the legal safeguards needed to protect individuals from criminal sanctions when criticizing the government. This research uses normative research methods, which involve analysing issues based on legislation and legal literature. The existence of the ITE Law has caused concerns among the public regarding giving criticism and feedback to the government through social media platforms. One of the main concerns lies in the ambiguous interpretation of certain articles, particularly Articles 27A and 27B concerning defamation of character. The lack of clear boundaries regarding the elements of defamation of character poses several challenges in the implementation of these articles, including restrictions on freedom of expression guaranteed by the constitution and human rights. In other words, the ambiguity of these articles hinders the achievement of legal objectives such as certainty, usefulness, and justice. The implementation of the latest revision of the ITE Law should be carried out fairly and transparently, ensuring legal certainty in handling cases involving the ITE Law, to alleviate excessive concerns.
Downloads
References
Arifin, Z., Fernando, Z. J., & Handayani, E. P. (2025). Implikasi Hukum Perubahan Kedua Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik: Menyeimbangkan Kebebasan Berpendapat dan Partisipasi Publik dalam Demokrasi Digital. LITIGASI, 26(1), 165–200. https://doi.org/10.23969/litigasi.v26i1.21555
Bagiastra, D. P. (2023). Dampak Undang-Undang Informasi dan Perubahan Hukum dan Sosial. Jurnal Prodi Magister Hukum FH Unmas Denpasar, 3(1), 59–71. https://doi.org/10.36733/yusthima.v3i1.
Devi, N. U. K., Fadila, S. N., Mustofa, A., Khumairoh, I. W., Prasetyo, M. A., Pratama, E. S., Akbar, M. H., & Efendi, M. A. P. (2024). Implementasi Kebijakan Pemerintah dalam Pengelolaan Sampah melalui Program Bank Sampah di Kota Probolinggo. Jurnal Penelitian Inovatif, 4(4), 2509–2514. https://doi.org/10.54082/jupin.903
Dewi, V. D. P. (2024). Kebebasan Berpendapat dan Pelanggaran Hak Asasi Manusia Di Media Sosial. Legal Studies Journal, 4(1), 82–92. https://doi.org/10.33650/lsj.v4i1.10861
Dhadha, T. P., Rahayu, L. A., Resmi, D. S., & Kusumastuti, D. (2021). Efektivitas Peran UU ITE dalam Rangka Melindungi Serta Menjaga Seluruh Aktivitas Siber Yang Ada di Indonesia. Legal Standing: Jurnal Ilmu Hukum, 6(1), 40. https://doi.org/10.24269/ls.v6i1.3541
Dunan, A., & Mujiyanto, B. (2022). Pasal Karet Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Bermasalah. Jurnal Kominfo, 3(1), 26–37.
Elan, A. S., & Girsang, J. (2022). Efektivitas Undang-Undang Ite dalam Menangani Ujaran Kebencian Melalui Media Sosial di Kota Batam. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 10(3), 83–100.
Hadiyati, N., & Stathany, H. (2021). Analisis Undang-Undang ITE Berdasarkan Asas Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum, 10(2), 146–156.
Hartanto. (2021). Perlindungan Hukum Pengguna Teknologi Informatika Sebagai Korban Dari Pelaku Cyber Crime Ditinjau Dari Undang-Undang Informasi Dan Transaksi Elektronik (UU ITE). HERMENEUTIKA: Jurnal Ilmu Hukum, 5(2), 196–216.
Indriyana, I., Trisiana, A., & Amelia, J. (2021). Dampak Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Terhadap Masyarakat Indonesia. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan (Journal of Civics and Education Studies), 8(2), 117–131.
Lukum, A. F., & Hukumu, S. (2025). Perlindungan Hak Asasi Manusia dalam Penegakan Hukum: Studi Empiris terhadap Kasus Kriminalisasi Aktivis. Perkara : Jurnal Ilmu Hukum Dan Politik, 3(1), 712–730. https://doi.org/10.51903/perkara.v3i1.2342
Ningrat, S. R. C., & Nulhaqim, S. A. (2023). Pasal Karet UU ITE dan Peyelesaian Konflik Digital di Indonesia. Epistemik: Indonesian Journal of Social and Political Science, 4(2), 38–52. https://doi.org/10.57266/epistemik.v4i2.158
Nyoman Gede Antaguna & Anak Agung Sagung Laksmi Dewi. (2023). Pembatasan Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi di Sosial Media Berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). KERTHA WICAKSANA, 17(2), 138–146. https://doi.org/10.22225/kw.17.2.2023.138-146
Permana, A. A. P., & Khomsah, S. I. (n.d.). Penafsiran Restriktif Atas Pasal 28 Ayat (2) UU ITE. Jurnal Yustika: Media Hukum dan Keadilan, 24(1), 25–36. https://doi.org/10.24123/yustika.v24i01.4603
Prasetyo, Y. (2021). Hati-Hati Ancaman Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik di Media Sosial dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Legislasi Indonesia, 18(4), 502–513.
Putra, A. E. & Tantimin. (2022). Kajian Hukum Pasal 27 Ayat 3 UU ITE Terhadap Kebebasan Berpendapat Masyarakat,” 9, no. 5 (2022): JUSTITIA: Jurnal Ilmu Hukum Dan Humaniora, 9(5), 2366–2374.
Rahmad, N., Arifah, K. N., Setiyawan, D., Ramli, M., & Daud, B. S. (2023). Efektivitas Bukti Elektronik Dalam Uu Ite Sebagai Perluasan Sistem Pembuktian Dalam Kuhap. 96–111.
Rahmawati, N., Muslichatun, M., & Marizal, M. (2021). Kebebasan Berpendapat Terhadap Pemerintah Melalui Media Sosial Dalam Perspektif UU ITE. Widya Pranata Hukum: Jurnal Kajian Dan Penelitian Hukum, 3(1), 62–75. https://doi.org/10.37631/widyapranata.v3i1.270
Raudhina Oktia Ayu. (2025). Tantangan Penerapan Konsep Negara Hukum dalam Era Digital: Studi Kasus UU ITE dan Kebebasan Berekspresi: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 3(4), 732–739. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.893
Rohadi, Danialsyah, & Purba, I. G. (2021). Analisis Yuridis Tindak Pidana Mendistribusikan Informasi Elektronik dan Dokumen Elekronik yang Memuat Penghinaan dan Pencemaran Nama Baik (Studi Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 4457 K/Pid.Sus/2021). Jurnal Meta Hukum, 2(2), 155–167.
Rohmy, A. M., Suratman, T., & Nihayaty, A. I. (2021). UU ITE Dalam Perspektif Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Dakwatuna: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi Islam, 7(2), 309. https://doi.org/10.54471/dakwatuna.v7i2.1202
Salsabila, S. (2022). Perlindungan Bagi Pemegang Hak Cipta Font Dari Internet Berdasarkan Uu Ite dan UU Hak Cipta. Padjadjaran Law Review, 9(2). https://doi.org/10.56895/plr.v9i2.631
Septiani, A. (2020). Analisis Unsur-Unsur Intrinsik Melalui Pendekatan Struktural dan Nilai Pendidikan Karakter dalam Autobiografi (Non-Fiksi) Sokola Rimba Karya Butet Manurung. [Thesis, IAIN Purwokerto]. https://repository.iainpurwokerto.ac.id/eprint/8422
Setiawan, M. N. (2021). Mengkritisi Undang-Undang ITE Pasal 27 Ayat (3) dilihat dari Sosio-Politik Hukum Pidana Indonesia. Datin Law Jurnal, 2(1), 1–21.
Silalahi, W., Nugroho, Y. A., & Ariyanti, B. F. (2023). Sikap Ramah Dan Peran UU ITE dalam Bermedia Sosial. Jurnal Serina Sosial Humaniora, 1(1), 293–300.
Sinta Sumarahati, A., & Irawan, A. (2024). Analisis Yuridis Tentang Perlindungan Hak Asasi Manusia Dalam Upaya Penegakan Hukum Elektronik (e-Law Enforcement). Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 2(2), 812–832. https://doi.org/10.62976/ijijel.v2i2.563
Suhandry Aristo Sitanggang, Tajul Arifin, & Ine Fauzia. (2025). Kebebasan Berpendapat dan Jerat Digital: Analisis Nullum Crimen Sine Lege dalam Pasal 27 Ayat (3) Undang-Undang ITE dan Relevansinya dengan Pasal 19 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 7(1), 267–277. https://doi.org/10.47467/as.v7i1.6423
Suharto, H., Parulian, S., & Ruben, A. (2020). Kebijakan Formulasi Hukum Pidana Pasal 27 Ayat (1) Undang- Undang Informasi Dan Transaksi Elektronik. Lex Lata Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum, 2(2), 633–652.
Surya, I. K. A. (2023). Penegakan Hukum terhadap Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitase dan Alternatif Penyelesaian Sengk. Jurnal Raad Kertha, 6(1), 8–20.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ardina Khoirun Nisa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



