Revitalization of Marriage Guidance Curriculum: Strengthening Religious Moderation for Family Resilience in Jambi Province
DOI:
https://doi.org/10.61860/jigp.v4i3.375Abstract
This paper highlights the critical gap between the high volume of marriage services in the Religious Affairs Office (KUA) of Jambi Province and the lack of substantive intervention regarding radicalism prevention in the Marriage Guidance (Bimwin) curriculum. Despite serving over 21,590 marriages in 2024, the current curriculum remains administrative-heavy and lacks adaptive content on religious moderation, leaving new families vulnerable to ideological infiltration. The study employs a qualitative policy analysis approach using the USG (Urgency, Seriousness, Growth) method to determine priority issues and the Fishbone diagram to identify root causes. Furthermore, alternative policy solutions are evaluated using William N. Dunn’s criteria: effectiveness, efficiency, adequacy, equity, and responsiveness. The analysis reveals that the absence of binding regulations and standardized curriculum integration is the core problem. The results indicate that issuing a Circular Letter (Surat Edaran) is the most viable policy alternative compared to pilot projects or forming special teams. Consequently, this study recommends that the Regional Office of the Ministry of Religious Affairs in Jambi Province immediately issue a Circular Letter mandating the integration of religious moderation and anti-radicalism materials into the Bimwin curriculum. This policy is expected to transform KUA from a mere administrative body into a proactive agent for strengthening national resilience through the family unit.
Downloads
References
Abdurahman, M. (2020). Kebijakan dan Strategi Penguatan Moderasi Beragama di Indonesia. Jakarta: Kementerian Agama RI.
Botma, A., Syaifuddin, & Ardianto. (2020). Deradikalisasi paham keagamaan melalui pendekatan Pendidikan Agama Islam dalam keluarga. Jurnal Ilmiah Iqra’, 14(2), 111–12
Adger, W. N. (2000). Social and Ecological Resilience: Are They Related? Progress in Human Geography, 24(3), 347–364. https://doi.org/10.1191/030913200701540455
Adnan, M. (2019). Peran Lembaga Non-Pemerintah dalam Penanggulangan Radikalisme di Indonesia. Jurnal Analisis Kebijakan, 5(2), 20-35.
Anyualatha Haridison (2021).Modal Sosial dalam Pembangunan, Journal Ilmu Sosial, Politik Dan Pemerintahan, 2(2), 1–9.
Azhari, F. (2021). Fikih Munakahat dan Isu-Isu Kontemporer dalam Pernikahan. Jakarta: Prenada Media.
Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. Prentice-Hall.
Bennis, W. G., Benne, K. D., & Chin, R. (1985). The Planning of Change. CBS College Publishing.
Faure, E. (1972). Learning to Be: The World of Education Today and Tomorrow. UNESCO.
IAIN Metro Digital Repository. (2020). Peran Penyuluh Agama Islam dalam Menangkal Paham Radikalisme di Metro. IAIN Metro.
Jurnal Ilmiah Keagamaan. (2021). Peningkatan Kompetensi Penyuluh Agama dalam Bimbingan Pra-nikah. Jurnal Ilmiah Keagamaan, 9(1), 88-102.
Jurnal STKIP PGRI Jombang. (2022). Inovasi Metode Bimbingan Perkawinan bagi Generasi Milenial dan Z. Jurnal Pendidikan, 11(3), 85-98.
Kementerian Agama RI. (2022). Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Tahun 2022. Jakarta: Kementerian Agama RI.
Kementerian Agama RI. (2018). Pedoman Pelaksanaan Moderasi Beragama. Jakarta: Kementerian Agama RI.
Kementerian Agama RI. (2020). Moderasi Beragama sebagai Strategi Pencegahan Radikalisme. Jakarta: Kementerian Agama RI.
Kinseng, R. A. (2019). Resiliensi sosial dari perspektif sosiologi: Konsep dan aplikasinya pada komunitas nelayan kecil. Talenta Conference Series: Local Wisdom, Social, and Arts (LWSA), 2(3), 1–8.
Masubaitillah, Hayadi, B. H., Yusuf, F. A., Nurwaningsih, I., & Fatimah. (2024). Manajemen Perubahan Organisasi Publik: Mengatasi Resistensi Perubahan. Technical and Vocational Education International Journal, 4(1), 1-10.
Ningsih, S. (2020). Peningkatan Peran Penyuluh Agama dalam Menangkal Radikalisme di Era Digital. Laporan Penelitian.
Nugroho, A. (2020). Pengembangan Kapasitas Aparatur Sipil Negara dalam Menangani Isu Ideologi. Jurnal Administrasi Publik, 7(1), 35-45.
Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1985). A Conceptual Model of Service Quality and Its Implications for Future Research. Journal of Marketing, 49(4), 41–50. https://doi.org/10.2307/1251430
Peraturan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2016 tentang Bimbingan Perkawinan.
Peraturan Menteri Agama Nomor 12 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Bimbingan Perkawinan.
Peraturan Menteri Agama Nomor 34 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Urusan Agama.
Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme.
Putnam, R. D. (2000). Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. Simon & Schuster.
Putra, B. A. (2022). Efektivitas Kebijakan Berbentuk Surat Edaran dalam Birokrasi Pemerintah. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 10(2), 40-55.
Repository UMJ. (2021). Analisis Kurikulum Bimbingan Perkawinan di Kantor Urusan Agama. Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Rencana Strategis Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2020-2024.
Riyadi, S. (2019). Resistensi Birokrasi terhadap Perubahan Kebijakan: Studi Kasus Implementasi Program Baru. Jurnal Kebijakan Publik, 6(1), 50-65.
Rogers, E. M. (2003). Diffusion of Innovations (5th ed.). The Free Press.
Sari, E., Handayani, R., & Rahma, S. (2022). Analisis Materi Bimbingan Perkawinan di Kantor Urusan Agama. Jurnal Kajian Keagamaan dan Sosial, 8(1), 75-89.
Scribd. (2023). Modul Bimbingan Perkawinan: Materi Pokok dan Isu Strategis. Scribd.
Setyawan, D. (2022). Pentingnya Analisis Kebutuhan dalam Penyusunan Kurikulum Bimbingan. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 12(4), 65-78.
Subekti, M. (2018). Sistem Insentif dan Kinerja Pegawai di Sektor Publik. Jurnal Administrasi Negara, 4(3), 75-88.
Suryadi, M (2023). Moderasi Beragama Sebagai Kerangka Paradigma Pendidikan Islam Rahmatan Lil Alamin. Jurnal Educandum.Volume 9 Nomor 1, 53
Syafi'i, M. (2021). Pilot Project sebagai Model Kebijakan Inovatif dalam Pemerintahan Daerah. Jurnal Inovasi Kebijakan, 3(1), 70-85.
Syaifuddin, M., Firdaus, & Purwanto, A. (2024). Menangkal pemahaman radikal dan fundamental ideologi transnasional melalui pendidikan Islam. Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan, 6(2), 588-604. https://jurnal.stainmajene.ac.id/index.php/almutsla
Tichenor, P. J., Donohue, G. A., & Olien, C. N. (1970). Mass Media Flow and Differential Growth in Knowledge. Public Opinion Quarterly, 34(2), 159–170. https://doi.org/10.1086/267786
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
United Nations. (1995). Beijing Declaration and Platform for Action. Fourth World Conference on Women.
Verona, R., Ariyanti, S., Gidion, G., Bahari, Y., & Warneri, W. (2023). Penerapan Teori Difusi Inovasi pada Perkembangan Kurikulum Pendidikan di Indonesia. Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(6), 2569-2581. https://doi.org/10.31004/edukatif.v5i6.5701
World Bank. (1992). Governance and Development. World Bank Publications.
Zaidun, M., & Ruwandi. (2025). Membangun literasi pernikahan Islami di sekolah menengah: Evaluasi materi PAI dan budi pekerti Kelas XII. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 6(6), 1530-1540.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rahmawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



