Transformation of Religious Services in Marginalized Areas: Engineering the Cluster System Policy for the Deficit of Christian Teachers and Counselors in South Sumatra

Authors

  • Parluhutan Lumban Batu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan

DOI:

https://doi.org/10.61860/jigp.v4i3.370

Abstract

This policy study is motivated by the low accessibility of religious services for Christians in marginalized areas of South Sumatra Province, characterized by a chronic gap in the ratio of religious instructors to religious teachers. The main problem focuses on the distribution of functional personnel, which is centralized in urban areas, while transmigration and coastal areas experience a lack of sustainable education and spiritual guidance services. This study uses a descriptive qualitative methodology with a policy evaluation approach modeled after William N. Dunn, which includes criteria for effectiveness, efficiency, adequacy, equity, responsiveness, and technical feasibility. Using the Urgency, Seriousness, and Growth (USG) scoring technique, it was found that the inequality in human resource distribution is the most pressing issue requiring immediate intervention. The analysis results indicate that conventional recruitment mechanisms fail to address the extreme geographic barriers in South Sumatra. Therefore, this study recommends policy engineering through the implementation of a "Cluster System" or Integrated Religious Service Unit. This scheme legalizes the accumulation of teacher and instructor workloads across locations within a single service zone to fulfill administrative requirements for civil servants and professional allowances. Through this regulatory transformation, it is hoped that the problem of the small number of students at one coordinate point can be overcome, so that the state can guarantee the fulfillment of citizens' constitutional rights to embrace religion and receive proper religious education without being hampered by spatial and administrative limitations.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andrian, Bob. (2017). Analisis Strategi Pemenuhan Sumber Daya Manusia Berbasis Kearifan Lokal dalam Retensi Pegawai di Daerah Terpencil. Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia.

Araghani Naradhipa, Rasyid. (2025). Sistem Insentif Wilayah dan Efektivitas Regulasi Penempatan ASN di Daerah Tantangan Geografis Ekstrem. Jurnal Kebijakan Publik Nasional.

Araghani Naradhipa, Rasyid & Wasir, Riswadi. (2025). Manajemen Risiko Operasional dan Perlindungan Petugas Layanan Publik di Wilayah Berisiko Tinggi. Jurnal Administrasi Sektor Publik.

Damanik, Sandi Fahlefi, dkk. (2025). Efektivitas E-Government dan Tantangan Disparitas Data Sektoral di Wilayah Blank Spot Sumatera Selatan. Jurnal Transformasi Digital.

Do Karim, Sri Rizka, Supriatna, Tjahya, & Pitono, Andi. (2020). Teori Birokrasi: Mekanisme Penempatan Pegawai dan Fenomena Gegar Budaya di Daerah Terpencil. Jurnal Ilmu Administrasi.

Eri, Melda. (2025). Kesenjangan Rasio Tenaga Penyuluh dan Hak Sipil Masyarakat Minoritas di Pelosok. Jurnal Sosiologi Agama.

Fahlefi, Sandi. (2025). Akuntabilitas Sektor Publik: Dampak Ketiadaan Pendampingan Teknis terhadap Penyerapan Dana Bantuan Keagamaan. Jurnal Keuangan Negara.

Febriani, Luna. (2025). Kualitas Pendidikan Karakter dan Problematika Kekosongan Guru Agama Kristen di Sekolah Negeri. Jurnal Pendidikan Keagamaan.

Febrianti, Luna. (2025). Studi Lapangan: Dampak Ketidakhadiran Pendidik Agama Resmi terhadap Literasi Keagamaan Siswa di Wilayah Transmigrasi. Jurnal Pedagogi Agama.

Fuady, M. (2023). Studi Evaluasi Kebijakan: Fleksibilitas Pengelolaan SDM dalam Menjawab Dinamika Kebutuhan Wilayah Perairan. Jurnal Kebijakan Sektoral.

Haniko, Paulus, dkk. (2023). Digital Divide dan Implementasi Bimbingan Masyarakat Daring di Wilayah Pelosok Sumatera Selatan. Jurnal Teknologi Informasi.

Hansen, Hansen. (2019). Aksesibilitas Layanan Publik dan Rekayasa Model Layanan adaptif di Wilayah Pedesaan. Jurnal Manajemen Pelayanan Publik.

Hasanah, Rohmatul. (2025). Keadilan Distributif dan Pemerataan Kesejahteraan Spiritual bagi Warga Marginal. Jurnal Ekonomi dan Keadilan Sosial.

Ibal, La & Abubakar, Endang. (2024). Dampak Infrastruktur Fisik terhadap Kelangsungan Program Sosialisasi Moderasi Beragama. Jurnal Pembangunan Wilayah.

Imeldawati, Tiur, dkk. (2024). Manajemen Kinerja dan Motivasi Kerja Penyuluh Agama di Wilayah Marginal: Analisis Infrastruktur Logistik. Jurnal Organisasi dan Manajemen.

Kardina, Mutia, dkk. (2025). Hambatan Geografis dan Disparitas Aksesibilitas Layanan Administrasi Keagamaan di Wilayah Perairan. Jurnal Geografi Sosial.

Mahayani, Ni Made Dwi. (2025). Inclusive Governance: Tantangan Tata Kelola dan Kebijakan Afirmasi bagi Kelompok Terisolasi Spasial. Jurnal Pemerintahan Inklusif.

Mandey, Geiby Natalia & Pinatik, H. (2022). Rekayasa Kebijakan Adaptif untuk Mengatasi Stagnasi Kualitas Kehidupan Keagamaan di Pelosok. Jurnal Ilmu Religi.

Mursalat, dkk. (2024). Kerentanan Paham Radikal di Wilayah Minim Penyuluh: Perspektif Moderasi Beragama. Jurnal Keamanan Nasional.

Pambudi, A. (2022). Implementasi Kebijakan: Sinkronisasi Data Kebutuhan Riil dalam Perencanaan SDM Aparatur. Jurnal Perencanaan Publik.

Parani, Rizaldi & Purba, Hermanto. (2022). Prioritas Kehadiran Fisik Tenaga Pelayanan di Tengah Hambatan Aplikasi Digital Masyarakat Rural. Jurnal Studi Komunikasi.

Pratama, M. R. & Pramono, Teguh. (2019). Penempatan Tenaga Fungsional Urban-Centric dan Dampaknya terhadap Literasi Keagamaan. Jurnal Distribusi Sumber Daya.

Prathama Sitompul, Reza Kurnia & Riza, Faisal. (2024). Marginalisasi Ganda Kelompok Minoritas di Wilayah Geografis Sulit. Jurnal Hak Asasi Manusia.

Qodriyatun, Sri Nurhayati. (2019). Tantangan Geografis dan Biaya Mandiri Layanan Publik di Wilayah Perairan dan Gambut. Jurnal Ekonomi Regional.

Ratnawati, Elfrida. (2021). Aksesibilitas Dokumen Keagamaan dan Masalah Hukum Status Kewarganegaraan di Daerah Pelosok. Jurnal Hukum Administrasi.

Risakotta, Rizky Nelson. (2025). Multiple-Site Duty: Analisis Beban Kerja Penyuluh Agama Kristen di Wilayah Luas. Jurnal Manajemen Tugas.

Rodiah, S. & Hamid, Abdul. (2025). Teori Keadilan Sosial John Rawls dalam Distribusi Layanan Publik di Wilayah Terpencil. Jurnal Filsafat Politik.

Sainah, Siti, dkk. (2024). Sinkronisasi Data e-Formasi dan Tantangan Pemutakhiran Data Sektoral Wilayah Terpencil. Jurnal Manajemen Kepegawaian.

Sarah Kabes, Yulce Jubelin. (2023). Akuntabilitas Sektor Publik dan Pendampingan Teknis Penyerapan Anggaran Keagamaan. Jurnal Manajemen Keuangan Publik.

Septianingsih, Reni. (2017). Penelitian Psikologi Industri: Beban Perjalanan Ekstrem dan Kelelahan Emosional Tenaga Pelayanan. Jurnal Psikologi Organisasi.

Sianipar, Ronald. (2024). Distribusi Tenaga Pendidik dan Dampak Pertumbuhan Penduduk terhadap Intensitas Pendampingan Keagamaan. Jurnal Dinamika Penduduk.

Sirait, Jannes Eduard. (2021). Penurunan Kreativitas Belajar Mengajar akibat Beban Kerja Guru Keliling di Pelosok. Jurnal Pendidikan Kristen.

Sitanggang, Ignatia Rohana. (2004). Manajemen SDM Berbasis Wilayah: Desentralisasi Formasi Jabatan sesuai Kebutuhan Riil. Jurnal Administrasi Kepegawaian.

Sofanudin, Aji. (2019). Prioritas Rekrutmen Pegawai dan Isu Marginalisasi Guru Agama Minoritas. Jurnal Analisis Kebijakan.

Sulistiyono, Obed Meiria. (2023). Sosiologi Hukum: Kendala Administratif Pendirian Rumah Ibadah di Wilayah Terpencil. Jurnal Hukum dan Masyarakat.

Syamsuri. (2021). Geografi Layanan Publik: Analisis Jarak Fungsional dan Modifikasi Model Layanan Bergerak. Jurnal Spasial.

Tamba, Wahyu Pratama. (2024). Stagnasi Pertumbuhan Tempat Ibadah dan Isu Marginalisasi di Wilayah Pemekaran. Jurnal Pembangunan Sosial.

U c u. (2020). Terobosan Regulasi: Cluster System sebagai Solusi Birokrasi Penempatan Formasi. Jurnal Inovasi Pemerintahan.

Utama, Andrew Shandy & Toni, T. (2019). Mandat Konstitusional Pasal 29 UUD 1945 dan Ketimpangan Spasial Distribusi Layanan Keagamaan. Jurnal Konstitusi.

Downloads

Published

04/14/2026

How to Cite

Batu, P. L. (2026). Transformation of Religious Services in Marginalized Areas: Engineering the Cluster System Policy for the Deficit of Christian Teachers and Counselors in South Sumatra. JURNAL ILMIAH GEMA PERENCANA, 4(3), 2271–2294. https://doi.org/10.61860/jigp.v4i3.370