Accelerating Inclusive KUA: Harmonization of Regulations and Integration of Cross-Sectoral Services
DOI:
https://doi.org/10.61860/jigp.v4i3.368Abstract
The transformation of the Office of Religious Affairs (KUA) into an inclusive religious service center is a strategic step to realize the mandate of religious moderation in Indonesia. However, this effort has faced stagnation due to a chronic gap between macro-political vision and technical operational legality at the ground level. This policy article employs a qualitative-descriptive methodology with a systematic analysis procedure that combines the study of regulatory documents and secondary data on service satisfaction. The analysis indicates that the stagnation in the inclusive KUA transformation stems from the absence of derivative regulations harmonizing cross-sectoral authority between the Ministry of Religious Affairs and the Ministry of Home Affairs. This situation is exacerbated by the dual legal regime of population administration and civil registration, which has fueled administrative uncertainty at the operational level. This article recommends the issuance of a Joint Decree (SKB) between the Ministers of Religious Affairs and the Ministers of Home Affairs as a "bridging regulation" to synchronize service protocols and legitimize SIMKAH-SIAK data interoperability. Implementation of this SKB is predicted to eliminate sectoral egos, provide legal protection for officials, and guarantee legal certainty for all citizens in accessing public services equally and without discrimination.
Downloads
References
Abdali, R. I., & Prasetyo, S. A. (2022). Politik administrasi kebebasan berorganisasi bagi penghayat kepercayaan dan implikasinya terhadap pemberian akses sumber daya serta pelayanan publik di Indonesia. PARAPOLITIKA: Journal of Politics and Democracy Studies, 3(1).
Abdurrahim, A., & Suwarti, S. (2023). Relevansi asas kepastian hukum dalam sistem penyelenggaraan administrasi negara Indonesia. JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan), 6(8), 5806–5811.
Aliyah, H. (2022). Implementasi pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kantor Urusan Agama Kecamatan Mojoroto Kementerian Agama Kota Kediri. REVITALISASI: Jurnal Ilmu Manajemen, 11(2).
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571.
Ardiansyah, F., et al. (2024). [Judul Artikel Spesifik]. Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik, 14(1).
Asa, L. I., et al. (2025). Transformasi digital Kantor Urusan Agama di Kabupaten Buton Tengah: Evaluasi infrastruktur dan kebijakan. Jurnal Ilmiah Gema Perencana, 3(3).
Asyakir, M., et al. (2014). Analisis pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandau dalam melaksanakan pelayanan dan bimbingan kepada masyarakat. Media Neliti.
Azharie, A., et al. (2023). Pemanfaatan hukum sebagai sarana untuk mencapai keadilan sosial. Lex Aeterna Jurnal Hukum, 1(2).
Destiana, R., et al. (2023). Kepemimpinan dan pengembangan sumber daya manusia sektor publik. Dialogue: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 5(1).
Erfan, Z., et al. (2024). Implementation and dynamics of Islamic law and civil law in Indonesia. Implementation and Dynamics of Islamic Law and Civil Law in Indonesia, 2(2).
Fakhrurraji, A. (2025). Penguatan tata kelola keagamaan yang moderat: Sinkronisasi rumah ibadah, sinergitas antarlembaga, dan ruang publik dalam pembangunan nasional. Jurnal Ilmiah Gema Perencana, 4(1).
Hadi, S. (2025, 15 April). PWK Internal: Mengawal wacana KUA untuk pelayanan semua agama. Ombudsman RI. https://ombudsman.go.id/artikel/r/pwkinternal--mengawal-wacana-kua-untuk-pelayanansemuaagama diakses terakhir tanggal 15 April 2024.
Hanifah, Z., et al. (2024). Pemikiran filsafat postmodern dalam membangun pemerintahan yang inklusif. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan.
Haq, F. A. (2025). Desentralisasi dan harmonisasi kebijakan: Rekonstruksi pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah dalam negara kesatuan. Jurnal Ilmu Hukum.
Hartati, S. (2025). Peran KUA dalam pelaksanaan pernikahan menurut peraturan perundang-undangan di Indonesia. Jurnal Private Law, 5(1).
Henriyani, E. (2019). Problematika dalam implementasi kebijakan publik. Jurnal Administrasi Publik, 13(2).
Kadir, I. A., et al. (2023). Optimalisasi penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) SATPOL PP Maluku Utara: Menegakkan ketentraman dan ketertiban umum serta melindungi masyarakat. SCIENTIA: Journal of Multi Disciplinary Sciences, 2(2).
Kharlie, A. T. (2021). Reforming Islamic marriage bureaucracy in Indonesia: Approaches and impacts. Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies, 59(2).
Kurniawan, A., et al. (2021). Manajemen Aparatur Sipil Negara dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Kemudi: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 5(1).
Mozin, S. Y., et al. (2025). Sinergi antara lembaga pemerintah melalui e-government: Kajian implementasi dan tantangan kolaboratif. Jurnal Manajemen, Bisnis dan Kewirausahaan, 5(3).
Noor, M., et al. (2020). Konsep Whole of Government dalam pelayanan publik (Antara harapan dan realita). Jurnal Merah Putih, 17(1).
Parwanto, W. (2025). Kebijakan moderasi beragama di Indonesia: Studi atas keberadaan, peluang dan tantangan serta tawaran kebijakan ke depan. Journal of Religious Policy.
Ridwan, D. (2013). Dilema diskresi bagi pejabat pemerintahan. Jurnal Analisis Kebijakan.
Rosmini, S. (2017). Pelayanan publik dalam konteks otonomi daerah. Administrative Law & Governance Journal.
Sanjaya, D., et al. (2024). Kewenangan pengundangan peraturan perundang-undangan: Perkembangan, peralihan, dan mekanisme koordinasi. Jurnal Legislasi Indonesia, 21(4).
Sukirno. (2018). Diskriminasi pemenuhan hak sipil bagi penganut agama lokal. Administrative Law & Governance Journal.
Sulaiman, I., et al. (2024). Polemik wacana Kantor Urusan Agama (KUA) menjadi tempat pernikahan dan pencatatan semua agama. Jurnal Ganec Swara, 18(4).
Tamami, A. I., et al. (2020). Kualitas pelayanan di sektor publik dengan perspektif NPS. Jurnal Penelitian Administrasi Publik, 6(1).
Tiwa, R. C. (2023). Implementasi kebijakan dalam menangani kekacauan antar desa di Kecamatan Tompaso Baru Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Administrasi Publik, 9(3)
Kementerian Agama. (2017). Keputusan Menteri Agama Nomor 186 Tahun 2017 tentang Standar Pelayanan Minimal pada Kantor Urusan Agama Kecamatan.
Kementerian Agama. (2025). Laporan tahunan indeks kepuasan layanan dan transformasi digital KUA. Kemenag Press.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2016). Putusan Nomor 97/PUU-XIV/2016 mengenai pengakuan penganut kepercayaan dalam administrasi kependudukan.
Pratama, A. (2023). Sentralisme birokrasi keagamaan di era otonomi daerah. Prenada Media.
Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Republik Indonesia. (2006). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.
Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Agama Nomor 34 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Urusan Agama Kecamatan.
Republik Indonesia. (2018). Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.
Republik Indonesia. (2019). Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.
Republik Indonesia. (2023). Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ahmad Solikhun

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



