Dual Curriculum Integration Strategy to Address Rest Time Deficit and Circadian Disturbances in Students
DOI:
https://doi.org/10.61860/jigp.v4i3.364Keywords:
Curriculum Integration; Sleep Deficit; Circadian Rhythm; Study Load;Abstract
The implementation of a dual curriculum in Islamic boarding schools that integrates national standards and local religious content is often carried out without an adequate synchronization process, thus triggering an accumulation of learning loads that exceed the capacity of biology students. This phenomenon has an impact on the creation of a very dense daily schedule structure for 24 hours, which systematically results in a chronic sleep deficit and disruption of circadian rhythms in students. This policy research aims to outline a curriculum integration strategy to restore the quality of physical and cognitive health of students through a more humane educational management approach. The policy methodology used is a qualitative descriptive analysis with a literature study approach and a curriculum workload audit to identify material redundancy and inefficiencies in the flow of daily activities in Islamic boarding schools. Using root cause analysis techniques, it was found that the lack of integrative curriculum standards and inefficiencies in communal facility logistics are the main determinants that guarantee the quality of sleep hygiene in dormitories. The results of the analysis recommend the need for policy reforms that include reducing overlapping materials, implementing staggered scheduling to minimize queues, and standardizing a minimum sleep time of seven hours integrated into Islamic boarding school regulations.
Downloads
References
Ayish, N., & Deia, A. (2019). Beban kognitif kurikulum terpadu: Tantangan di sekolah-sekolah Islam modern . Jurnal Internasional Pengembangan Pendidikan, 67, 45-56.
Biggs, J. (2003). Menyelaraskan pengajaran untuk membangun pembelajaran . Akademi Pendidikan Tinggi.
Federasi Serikat Guru Indonesia [FSGI]. (2022). Survei nasional beban belajar dan kesehatan mental siswa di sekolah berbasis asrama . Laporan Tahunan Pendidikan.
Goode, WJ (1960). Sebuah teori ketegangan peran . American Sociological Review, 25(4), 483-496.
Haryanto, B., & Salsabila, UZ (2020). Pendidikan Islam dan kesehatan mental: Sebuah studi tentang stres akademik siswa di sekolah berasrama . Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 145-160.
Pemantauan Pendidikan Indonesia. (2022). Biaya standar ganda: Tekanan akademis di lembaga kurikulum ganda . Jakarta: Laporan EduPress.
Kaplan, S. (1995). Manfaat restoratif dari alam: Menuju kerangka kerja integratif . Jurnal Psikologi Lingkungan, 15(3), 169-182.
Kyriacou, C. (2001). Stres guru: Arah penelitian masa depan . Tinjauan Pendidikan, 53(1), 27-35.
Lukens-Bull, R. (2013). Pendidikan Tinggi Islam di Indonesia: Kontinuitas dan Perubahan . Palgrave Macmillan.
Mulyadi, A., Fitriani, S., & Hamzah, M. (2023). Tantangan pedagogis dalam kurikulum terpadu: Survei koordinasi guru dan beban kerja siswa di pesantren Indonesia . Jurnal Manajemen dan Strategi Pendidikan, 11(1), 34-50.
Niyozov, S., & Memon, N. (2011). Pendidikan Islam dan Islamisasi: Evolusi Isu, Konsepsi dan Praktik . Jurnal Internasional Pendidikan Multikultural, 13(2), 1-33.
Prasetyo, MAM, & Fitri, A. (2021). Integrasi Kurikulum di Pesantren: Tantangan Manajemen dan Harmonisasi Pedagogis . Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 6(1), 45-62.
Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan. (2021). Studi dampak beban kurikulum terhadap kesejahteraan psikologis siswa: Analisis kebijakan pendidikan nasional . Kemendikbudristek.
Raihani, R. (2014). Menciptakan warga negara multikultural: Gambaran pendidikan Indonesia kontemporer . Routledge.
Retnawati, H., Munadi, S., Arlinwibowo, J., Wulandari, NF, & Sulistyaningsih, E. (2018). Kesulitan Guru dalam Menerapkan Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar . Tinjauan Pendidikan Baru, 51(1), 201-212.
Ryan, RM, & Deci, EL (2017). Teori Penentuan Diri: Kebutuhan Psikologis Dasar dalam Motivasi, Perkembangan, dan Kesejahteraan . Guilford Publications.
Ryff, CD (1989). Kebahagiaan adalah segalanya, atau bukan? Eksplorasi tentang makna kesejahteraan psikologis . Jurnal Kepribadian dan Psikologi Sosial, 57(6), 1069-1081.
Sani, RA (2021). Inovasi Kurikulum dan Penilaian Pendidikan di Era Disrupsi . Bumi Aksara.
Schaufeli, WB, Martinez, IM, Pinto, AM, Salanova, M., & Bakker, AB (2002). Burnout dan keterlibatan pada mahasiswa universitas: Sebuah studi lintas negara . Jurnal Psikologi Lintas Budaya, 33(5), 464-481.
Smet, B. (2017). Psikologi kesehatan di Indonesia: Pendekatan sosial dan budaya . Routledge.
Subandi, MA (2013). Psikologi agama: Dinamika spiritualitas dan kesehatan mental dalam masyarakat Indonesia . Pustaka Pelajar.
Sweller, J., Ayres, P., & Kalyuga, S. (2011). Teori Beban Kognitif . Springer Science & Business Media.
Syahid, A. (2020). Manajemen kurikulum integratif di pondok pesantren: Tantangan dan hambatan struktural . Jurnal Administrasi Pendidikan Islam, 2(1), 12-28.
Tan, C. (2014). Perspektif tentang Pendidikan dan Kurikulum di Indonesia: Ambisi dan Kekurangan . Routledge.
Walker, M. (2017). Mengapa Kita Tidur: Mengungkap Kekuatan Tidur dan Mimpi . Simon and Schuster.
Williams, RB, dkk. (2016). Kemiskinan waktu dan dampaknya terhadap hasil sosial dan kesehatan . Jurnal Kesehatan Sosial, 12(3), 88-102.
Zuhdi, M. (2018). Tantangan Madrasah Indonesia di Era Global . Jurnal Internasional Pendidikan Agama, 5(1), 54-70
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Husen Iskandar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



