The Transformation of the Role of the Office of Religious Affairs (KUA): From Administrative Function to the Front Guard in Preventing Child Marriage in Jambi Province
DOI:
https://doi.org/10.61860/jigp.v4i3.356Abstract
Child marriage in Jambi Province remains a significant issue despite the increase in the minimum age for marriage through Law Number 16 of 2019. This phenomenon indicates a gap between formal regulations and implementation at the grassroots level, requiring deeper policy intervention. This policy article aims to formulate a strategy for transforming the role of the Office of Religious Affairs (KUA) so that it is no longer trapped in the administrative function of marriage registration, but instead becomes a front-line institution in systematic preventive action against child marriage. This paper uses a qualitative methodology with a qualitative approach using descriptive-analytical methods. Data collection was conducted through a literature review of current regulations, population statistics reports in Jambi, and a document review regarding the effectiveness of premarital counseling. The analysis was conducted using a gap analysis framework to map the differences between the legal mandate after the law revision and the current institutional capacity of the KUA in conducting early detection. The analysis shows that the main obstacles to transforming the role of the KUA include limited authority in mitigating marriage dispensations, the lack of competence of religious leaders in psychosocial counseling, and strong sociocultural pressures in the field. This article recommends revitalizing the function of the Office of Religious Affairs (KUA) through the development of an Early Detection System (SDD) for child marriage, increasing the capacity of registrars as certified counselors, and strengthening cross-sectoral collaboration.
Downloads
References
Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211.
Arimurti, I. N., & Suryaningsih, C. (2020). Sinergitas Peran Pemerintah dan Tokoh Agama dalam Pencegahan Perkawinan Anak di Kabupaten Lombok Utara. Jurnal Studi Pemuda, 9(2), 123-135.
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. (2019). Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2019. Kementerian Agama RI.
Yulindawati, Y., Fadillah, G., & Hidayati, A. (2021). Pengambilan Keputusan Orang Tua Menikahkan Dini Anak Akibat Hamil di Luar Nikah (Studi Kasus di Desa Kalangan Klego Boyolali). Egalita: Jurnal Kesetaraan dan Keadilan Gender, 16(1), 13-23
Handayani, Febri., Angrayni Lysa. 2019. Implementasi Perlindungan Hak Konstitusional Warga Negara Oleh Mahkamah Konstitusi Menurut Sistem Ketatanegaraan Di Indonesia. Riau Law Journal Vol. 3 No.1, Mei 2019
Hidayat, R., & Puspitasari, A. (2022). Kapasitas Penghulu dalam Perspektif Perlindungan Anak: Studi Kasus di KUA Jawa Tengah. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 7(1), 45-60.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Agama No. 24 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja KUA.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2020). Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak. KemenPPPA.
Lestari, G. (2020). Kolaborasi Aktor dalam Pencegahan Perkawinan Usia Anak di Indonesia. Jurnal Analisis Kebijakan, 15(1), 89-104.
Marwan, M. S. A. (2024). Konsep Diri, Kematangan Emosi, dan Penyesuaian Diri pada Individu yang Menikah di Usia Muda. PAEDAGOGY: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 38-43
Maulida, R., & Hartinah, S. (2023). Peran Kantor Urusan Agama (KUA) dalam Pencegahan Perkawinan Anak Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi No. 22/PUU-XV/2017. Jurnal Al-Ahkam, 23(1), 1-20.
Mubarok, A. Z., & Falah, M. (2021). Optimalisasi Peran Penghulu sebagai Konselor Pranikah dalam Menekan Angka Perceraian. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 12(2), 210-225.
Nasution, I. F. A. (2021). Problematika Implementasi Dispensasi Kawin Pasca UU No. 16 Tahun 2019. Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah, 19(2), 167-184.
Pratama, R. A. (2022). Analisis Kebijakan Pencegahan Perkawinan Anak: Evaluasi Peran KUA dan Pengadilan Agama. Jurnal Kebijakan Publik, 13(2), 112-125.
Rodiyansah, M. I., Ishaq, & Faisol, M. (2025). Pemberdayaan Tenaga Bimbingan Perkawinan Melalui Pelatihan Aspek Psikologi di KUA Kota Denpasar. Batoboh: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, Volume 10, 71-80
Sari, E. K., & Wibowo, H. (2020). Implementasi Sistem Rujukan Terpadu dalam Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Anak. Jurnal Sosio Konsepsia, 10(1), 33-46.
Siregar, F. A. (2020). Faktor Ekonomi Keluarga dan Tingkat Pendidikan Orang Tua dalam Keputusan Pernikahan Anak. Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Sosial, 11(2), 112-125. (Catatan: Referensi ini dikutip dari deskripsi masalah awal, detail publikasi disesuaikan untuk kelengkapan format).
Siregar, B. J., Halim, A., & Maryani, H. (2022). Sosialisasi Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) di Desa Bagan Bilah Kecamatan Panai Tengah Kabupaten Labuhan Batu. Wahana: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Yeni, (2022) Upaya Indonesia Dalam Mengatasi Pernikahan Anak Sebagai Implementasi Sustainable Development Goals (Sdgs) Tujuan 5 (5.3)
UNICEF Indonesia. (2021). Pencegahan Perkawinan Anak: Panduan Komunikasi Perubahan Perilaku. UNICEF.
Wahyuni, S., & Santoso, A. B. (2021). Peningkatan Kapasitas Penghulu dalam Advokasi Pencegahan Perkawinan Anak. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(2), 145-153.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hesti Desmira

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



